
Komitmen untuk memberikan pelayanan publik yang inklusif dan menyentuh seluruh lapisan masyarakat terus dibuktikan oleh Pemerintah Kecamatan Kunir. Menyadari banyaknya warga lanjut usia (lansia) yang memiliki keterbatasan fisik untuk datang ke kantor kecamatan, tim pelayanan publik Kecamatan Kunir bersama Tim RCP dari Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabpuaten Lumajang meluncurkan aksi "Jemput Bola" dengan mendatangi langsung rumah-rumah warga lansia untuk melakukan perekaman foto dan data KTP-elektronik (KTP-el).
Langkah proaktif ini diambil agar hak-hak administratif para lansia tetap terpenuhi, terutama untuk keperluan sinkronisasi data jaminan kesehatan (BPJS) dan penyaluran bantuan sosial dari pemerintah.
"Kami tidak ingin keterbatasan fisik atau usia menjadi penghalang bagi warga untuk mendapatkan haknya. Jika warga lansia kesulitan datang ke kecamatan, maka petugas kami yang akan mengalah dan datang langsung ke rumah mereka dengan membawa peralatan lengkap," ujar perwakilan pelayanan Kecamatan Kunir.
Aksi jemput bola ini menuai respons emosional dan apresiasi mendalam dari pihak keluarga. Sukardi (45), salah seorang anggota keluarga warga lansia di Desa Jatimulyo, mengaku sangat terharu dengan kedatangan petugas.
"Ibu saya sudah berusia 80 tahun dan hanya bisa terbaring di kasur. Kami bingung bagaimana membawanya ke kecamatan untuk foto KTP karena jalurnya jauh dan fisik Ibu tidak kuat. Alhamdulillah, petugas kecamatan mau datang langsung ke kamar Ibu. Pelayanannya sangat baik dan sopan. Kami sekeluarga sangat berterima kasih," ungkap Sukardi dengan mata berkaca-kaca.
Pihak Kecamatan Kunir menegaskan bahwa program jemput bola perekaman lansia dan warga berkebutuhan khusus (disabilitas) ini akan terus dijalankan secara berkala di seluruh desa di wilayah Kunir. Warga yang memiliki anggota keluarga dengan kondisi serupa diimbau untuk segera melapor ke balai desa setempat agar dapat dijadwalkan kunjungan oleh tim kecamatan.